Postingan sok serius menjelang liburan ;P

Mo sedikit nge-review buku yang judulnya, “DRACULA ; Pembantai Umat Manusia Dalam Perang Salib (kisah kebiadaban COUNT DRACULA yang disembunyikan selama 500 tahun)”, karya Hyphatia Cneajna. Tapi gak ditulis biographi penulisnya. Terbitan Navila idea, Yogya.

Selama ini kisah hidup Dracula diliputi mitos. Sosoknya seolah berada antara ada dan tiada. Kekejamannya dianggap hanya imajinasi Bram Stroker dalam novelnya, Dracula. Inilah yang membuat dirinya hanya dianggap sebagai legenda cerita dari mulut ke mulut. Padahal, sejarah hidup Dracula merupakan sejarah kegelapan abad pertengahan. Dan, kekejamannya tak bisa dipisahkan dengan Perang Salib serta jatuhnya konstatinopel ke tangan Kerajaan Turki Ottoman.

Ya, Dracula bukan cuma tokoh fiktif yang ada di film-film atau di buku cerita. Dracula adalah salah satu tiran berdarah yang pernah ada di muka bumi pada abad ke 15. Dracula berasal dari bahasa Rumania, yaitu Dracul, yang artinya sang naga. Mengingat ayahnya adalah seorang pemimpin ordo naga yang menjadi front line (pasukan elite) prajurit salib bernama Vald II (bernama asli Basarab). Basarab sering di panggil sebagai Vald Dracul, atau Vald sang naga. Akhiran “ulea” dalam bahasa Rumania berarti “anak dari”. Sehingga Vald III atau anak dari Vald II dipanggil Vald Draculea (lafal Inggris menyebutnya ‘Dracula’), yang telah melumuri noda hitam sejarah umat manusia pada abad pertengahan. Vald Draculea dikenal sebagai “Dracula sang penyula”. (penyulaan adalah cara pembunuhan yang dilakukan oleh Dracula dengan cara menelanjangi korbannya dan menusukan sula sebesar tangan manusia ke dalam anus atau lubang kemaluan wanita, yang nantinya sula tersebut ditancapkan ke tanah sehingga perlahan2 menembus tubuh, masuk ke dalam organ2 tubuh sampai ke kepala atau mulut atau punggung dikarenakan berat badan korban).

Darcula sang penyula

Banyak pembunuhan dengan bermacam-macam cara keji yang bakal bikin lo berpikir, “ternyata ada orang sekejam ini”, atau mungkin ingin muntah pas baca cara2 lain dia ngabisin umat manusia. Ya, mungkin lebih parah dari Holocaust yang pernah di lakukan oleh Hitler. Di buku ini juga ada cerita perang umat islam menaklukan Dracula dan pasukan salibnya (serasa nonton Lord of The Ring). Dan ada lagi kisah2 pada abad 15 sekitaran perang salib yang seolah2 ingin ditutup2i oleh pihak barat tentang kemenangan umat Muslim dalam sejarah tersebut.

Tadinya gw gak percaya kalo Dracula itu bener2 ada. Sama seperti kebanyakan orang awam mungkin, otak gw udah di doktrin kalo Dracula itu mahkluk sejenis setan, vampire atau apalah namanya yang kerjaannya ngisep darah manusia. Akhirnya gw cari di internet (apa sih yang gak bisa dicari google), dan ternyata cerita si anak Dracul ini benar adanya. Kalo gak percaya cari aja. Tapi yang namanya media, bisa aja di buat2 oleh manusia kan??apa ni cerita buat2an orang barat juga?? Wallahualam.

 

Bila suatu bangsa bisa menguasai sejarah bangsa lain maka akan memudahkan mereka untuk menguasai baik sumber daya alamnya maupun manusianya. Apakah itu relik2 suci, kepercayaan masyarakat, takhayul, semuanya bisa mereka pakai untuk menciptakan sejarah baru yang seolah2 memang benar. Proses ini yang apabila dibiarkan terus menerus akan menyebabkan sebuah bangsa dan bahkan perdaban dunia akan lupa akan sejarahnya sendiri. Akibatnya akan menjadikan sebuah bangsa seolah-olah merdeka tapi sebetulnya terjajah; menjadi budak dari bangsa lain.

4 Comments

  1. Kau terlalu lama mengulur waktumu,
    aku jadi capek deh (T2 Mode on)

    *mentang2 lebaran di jalan, laju nulis menjelang liburan!

  2. bs diringkas dikit lg d?? :P

  3. gugun emank ganteng banget,,

  4. apalagi gue ya gun,,,


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment